Reses di Simpenan, Rika Yulistina Soroti Perlindungan Perempuan dan Anak sebagai Agenda Mendesak 2026

Berita, SUKABUMI25768 Views

garudasaktinews.com – Sukabumi, Isu perlindungan perempuan dan anak menjadi perhatian serius dalam agenda Reses I Tahun Sidang 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, Rika Yulistina, Kamis (5/2/2026). Kegiatan tersebut digelar di dua titik wilayah Kecamatan Simpenan dan dihadiri tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, pemuda, serta perangkat desa.

Berbeda dari reses yang biasanya didominasi pembahasan infrastruktur, dialog kali ini justru mengerucut pada persoalan sosial, khususnya meningkatnya kekhawatiran warga terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dalam sesi tanya jawab terbuka, sejumlah warga menyampaikan keresahan mereka atas maraknya kasus yang dinilai masih sering terjadi di lingkungan sekitar.

Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, mulai dari penguatan edukasi, pendampingan hukum, hingga peningkatan layanan pengaduan yang mudah diakses korban.

Menanggapi aspirasi tersebut, Rika menegaskan bahwa persoalan perlindungan perempuan dan anak tidak bisa dipandang sebagai isu biasa. Menurutnya, hal ini menyangkut rasa aman masyarakat serta masa depan generasi penerus di Kabupaten Sukabumi.

“Perlindungan perempuan dan anak masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini menjadi catatan penting bagi kami di DPRD untuk terus diperjuangkan,” ujar Rika.

Ia menambahkan, diperlukan sinergi lintas sektor, baik dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, hingga peran keluarga dalam membangun kesadaran kolektif mencegah kekerasan. Legislator Fraksi Golkar tersebut juga mendorong agar program pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga lebih dioptimalkan di tingkat desa.

Reses ini tidak hanya menjadi ruang penyerapan aspirasi, tetapi juga wadah membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan merupakan tanggung jawab kolektif. Hasil dialog tersebut, lanjut Rika, akan dibawa ke pembahasan internal DPRD sebagai bagian dari agenda pengawasan dan perumusan kebijakan daerah.

Melalui reses di Simpenan, isu perlindungan perempuan dan anak ditegaskan bukan sekadar wacana, melainkan agenda prioritas yang membutuhkan langkah nyata dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *