Menko PM dan Bupati Sukabumi Tinjau Percepatan Pemulihan Bencana di Cisolok

Berita, SUKABUMI30905 Views

garudasaktinews.com – Sukabumi, Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, dalam kunjungan kerja ke Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok. Kunjungan tersebut berfokus pada percepatan pemulihan bencana dan penguatan ketahanan masyarakat melalui skema Perlindungan Sosial Adaptif (PSA).

Dalam kesempatan itu, pemerintah memastikan langkah percepatan penanganan bagi warga terdampak longsor di Kecamatan Cisolok. Sedikitnya 10 unit rumah di Desa Sukarame dan 5 rumah di Desa Wangunsari akan dibangun untuk menggantikan hunian warga yang rusak akibat bencana.

Menko Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah kini mengadopsi pendekatan Pelindungan Sosial Adaptif sebagai fondasi baru dalam mitigasi, penanganan, dan pemulihan bencana. Pendekatan ini dirancang agar masyarakat yang terdampak dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

“Pelindungan Sosial Adaptif ini adalah antisipasi komprehensif yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, instansi, dan masyarakat untuk mendeteksi kerawanan bencana sejak dini,” ujar Menko.

Ia menegaskan pentingnya perluasan cakupan PSA, termasuk peningkatan manfaat bantuan sosial bagi wilayah yang terdampak bencana. PSA, menurutnya, memastikan seluruh kebutuhan warga tertangani mulai dari perlindungan sosial, identitas kependudukan, hingga bantuan layanan dasar lainnya.

Dalam pendataan terbaru, ditemukan 202 keluarga terdampak yang belum memiliki dokumen kependudukan, sementara Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi persyaratan utama dalam pengajuan bantuan sosial, jaminan kesehatan, dan program pemulihan ekonomi. Menko menekankan bahwa negara berkewajiban memastikan akses layanan administrasi kependudukan lebih mudah, terutama di wilayah rawan bencana.

Selain itu, Menko juga mendorong pentingnya pembangunan berbasis mitigasi di seluruh tingkatan pemerintahan.

“Perlindungan sosial adaptif harus benar-benar mendorong antisipasi dan penanggulangan masalah yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menjelaskan bahwa pembangunan rumah bagi warga terdampak mendapat dukungan dari DPR RI serta sejumlah pihak perbankan sebagai wujud kepedulian terhadap pemulihan pascabencana.

“Ini bentuk solidaritas dan kegotongroyongan. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Bupati.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat di Cisolok. Bupati menargetkan pembangunan rumah dapat selesai dalam waktu satu hingga dua bulan.

Pada rangkaian kegiatan tersebut, Menko PM bersama Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, anggota DPR RI, DPRD, serta para pemangku kepentingan melakukan penanaman bibit pohon mahoni dan sengon sebagai simbol penguatan ekosistem dan mitigasi lingkungan. Agenda dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan belasan unit rumah bagi para penyintas bencana.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan berbagai bantuan, di antaranya:

  • Pembangunan 15 unit rumah berikut sambungan listrik dan air bersih

  • Renovasi 38 rumah

  • Perbaikan akses jalan

  • Penyerahan bibit pohon mahoni dan sengon

  • Bantuan 769 bronjong untuk penguatan tebing

  • 1.000 paket sembako bagi warga terdampak

Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan bencana serta meningkatkan ketahanan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *