JAKARTA –GARUDASAKTINEWS.COM Krisis ekologis akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kian meluas dan melumpuhkan urat nadi transportasi serta aktivitas publik di kawasan megapolitan Jabodetabek. Otoritas penerbangan resmi memperpanjang penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga Minggu (6/9/2026) pukul 23.59 WIB menyusul laporan sebaran material abu vulkanik tajam yang telah menembus wilayah udara DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9 milik BMKG per pukul 04.00 WIB, klaster pertama material abu vulkanik telah membubung tinggi hingga 20.000 kaki ke arah timur laut-selatan, sementara klaster kedua mencapai 50.000 kaki ke arah barat daya-barat laut. Guna memitigasi lumpuhnya mobilitas massa, PT Kereta Api Indonesia (KAI) langsung mengambil langkah taktis darurat dengan mengoperasikan tiga kereta api tambahan serta memperbesar kapasitas angkutan reguler menuju Stasiun Gambir dari arah Yogyakarta, Malang, dan Semarang.
Sinergi kelembagaan tingkat tinggi diperlihatkan jajaran pemerintah dalam memitigasi dampak sistemik krisis udara erupsi Anak Krakatau. BNPB secara maraton menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan metode penyemaian awan hujan dan teknik water mist hingga malam hari guna meluruhkan konsentrasi partikel abu di langit Jakarta, Banten, dan Lampung.
Di sisi moda transportasi darat, PT KAI bergerak cepat menjadi katup penyelamat mobilitas publik. “KAI terus memastikan masyarakat memiliki akses transportasi kereta api yang aman dan nyaman melalui penyesuaian layanan perjalanan,” ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Menyikapi krisis ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeluarkan maklumat darurat bagi seluruh warga untuk menerapkan protokol 5M, terutama penutupan ventilasi rumah serta kewajiban masker N95 saat terpaksa melakukan aktivitas esensial di luar ruangan.


