Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Perkuat Infrastruktur Air Pertanian 2026 untuk Dukung Swasembada Pangan

Berita, SUKABUMI25400 Views

garudasaktinews.com – Sukabumi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melalui Bidang Prasarana dan Penanggulangan Bencana Pertanian (PPBP) menggelar kegiatan diseminasi rencana pembangunan sumber air pertanian tahun 2026 pada 27 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur pertanian guna menopang swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

Dalam rencana tahun 2026, PPBP memperoleh alokasi program dari Kementerian Pertanian berupa rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan embung, pipanisasi, serta pembangunan screen house yang direncanakan berlokasi di Kecamatan Gegerbitung. Program ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air pertanian serta efisiensi pengelolaan lahan.

Selain itu, Kabupaten Sukabumi juga mengajukan program Optimalisasi Lahan (oplah) non-rawa seluas 4.170 hektare. Dari total tersebut, sebanyak 3.100 hektare telah dilengkapi data poligon, sementara 1.070 hektare lainnya masih dalam tahap penyempurnaan. Mengingat program ini bersifat kompetitif antar kabupaten di Jawa Barat, kelengkapan serta kecepatan penyediaan data menjadi faktor penentu keberhasilan usulan.

Peluang pendanaan turut diperkuat melalui dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang mencakup pembangunan dam parit, rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), jalan usaha tani, pipanisasi, dan embung. Selain itu, implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 melalui Balai Besar Wilayah Sungai turut memperkuat program tersebut, dengan 140 titik Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah diusulkan melalui aplikasi SIPURI.

Tak hanya itu, lebih dari 550 hektare lahan sawah terdampak bencana di wilayah Sukabumi juga berpeluang direhabilitasi melalui program dari Kementerian Pertanian. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian pascabencana yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa percepatan penanganan prasarana pertanian pascabencana menjadi prioritas utama. Di samping itu, penyusunan skala prioritas program oplah dan Inpres diarahkan untuk memberikan dampak langsung terhadap peningkatan luas tambah tanam (LTT).

Melalui APBD 2026, pemerintah daerah juga mengalokasikan pembangunan 116 titik irigasi tersier, tiga dam parit, serta tiga ruas jalan usaha tani. Dukungan terhadap program oplah pun meningkat signifikan, bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian mengapresiasi kinerja para penyuluh pertanian Sukabumi yang berhasil mendorong peningkatan LTT. Capaian tersebut menempatkan Sukabumi sebagai kontributor produksi padi nasional terbesar kedua pada tahun 2025.

Ia menargetkan, pada tahun 2026 Sukabumi tidak hanya mampu mempertahankan swasembada pangan, tetapi juga mulai mengambil peran dalam ekspor beras nasional. Selain itu, Sukabumi juga tercatat sebagai daerah dengan jumlah pendaftaran varietas lokal padi terbanyak di Indonesia dan direncanakan akan menerima penghargaan dari PVTPP.

Dengan berbagai program dan dukungan lintas sektor tersebut, Kabupaten Sukabumi optimistis mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian di tingkat nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *