Kementerian Pertanian Dorong Peningkatan Produksi Padi Gogo 2026, Sukabumi Jadi Daerah Potensial

Berita, SUKABUMI34824 Views

garudasaktinews.com – Sukabumi, Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mendorong peningkatan produksi padi gogo pada tahun 2026 dengan target luas tanam nasional mencapai 320 ribu hektare. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam memperkuat ketahanan serta ketersediaan beras nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa optimalisasi potensi lahan padi gogo merupakan salah satu terobosan penting untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional. Menurutnya, lahan kering yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber produksi pangan baru.

Sebagai bentuk implementasi program tersebut, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian selaku penanggung jawab wilayah Kabupaten Sukabumi, bersama Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi dan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan poligonisasi lahan padi gogo.

Kegiatan ini dipusatkan di Kelompok Tani Cijerah, Kecamatan Waluran, serta dilaksanakan di 10 kecamatan lain yang memiliki potensi besar pengembangan padi gogo, yakni Cisolok, Kabandungan, Cikidang, Cidadap, Jampangtengah, Simpenan, Jampangkulon, Warungkiara, Nyalindung, dan Ciracap. Secara keseluruhan, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi pengembangan padi gogo sekitar 37 ribu hektare.

Poligonisasi lahan ini bertujuan untuk memastikan seluruh lahan padi gogo dapat terpetakan dan tercatat dalam sistem Survei Kerangka Sampel Area milik BPS. Metode KSA merupakan pendekatan modern berbasis area yang digunakan untuk mengestimasi luas panen tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, secara objektif dan akurat.

Dalam pelaksanaannya, pengamatan dilakukan langsung di lapangan (ground check) pada sampel segmen, di mana satu segmen mewakili luas sekitar 9 hektare. Proses ini didukung aplikasi berbasis Android yang mampu mengunci titik koordinat lokasi, sehingga data yang dihasilkan lebih presisi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, bersama jajaran UPTD dan para penyuluh pertanian, turut terjun langsung ke lapangan untuk mengawal kegiatan tersebut. Kehadiran mereka memastikan proses poligonisasi berjalan lancar serta sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan ini, lahan padi gogo yang selama ini belum seluruhnya tercatat diharapkan dapat teridentifikasi secara menyeluruh. Dengan demikian, kontribusi terhadap perhitungan luas panen dan produksi padi di Kabupaten Sukabumi akan semakin optimal, sekaligus memperkuat peran daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *