TANGERANG –GARUDASAKTINEWS.COM, Langkah taktis dan mitigatif diambil oleh Pemerintah Kota Tangerang demi menjamin keselamatan generasi masa depan. Mengantisipasi risiko paparan sebaran abu vulkanik aktif dari Gunung Anak Krakatau, Dinas Pendidikan Kota Tangerang secara resmi menghentikan sementara aktivitas belajar tatap muka dan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kebijakan darurat ini berlaku secara menyeluruh untuk seluruh satuan pendidikan, mulai dari jenjang TK/PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik status negeri maupun swasta di seluruh wilayah Kota Tangerang. Langkah ini diambil menyusul adanya koordinasi ketat berbasis data kebencanaan lintas instansi pemerintah tingkat pusat dan provinsi.
Mengedepankan prinsip kemanusiaan dan perlindungan hak fundamental anak, Pemkot Tangerang secara resmi mengubah pola interaksi pendidikan dari ruang kelas fisik menuju ruang digital interaktif. Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) massal ini diberlakukan setara, tanpa membedakan status sekolah negeri maupun swasta.
Melalui sinergi vertikal dari instruksi Wali Kota Tangerang Sachrudin hingga elemen Kementerian, keputusan ini meletakkan aspek safety first sebagai fondasi utama. Seluruh guru diminta untuk tetap memberikan tugas terstruktur, materi yang adaptif, serta pendampingan psikologis yang baik agar siswa tidak kehilangan hak belajarnya meskipun ruang gerak mereka dibatasi oleh bencana alam.
Pemkot menegaskan bahwa situasi ini bersifat dinamis. Skema mitigasi akan terus disesuaikan secara real-time berbasis data kualitas udara dan pergerakan arah angin yang membawa material abu vulkanik.












