Junimat Girsang :” 40 Persen Pj Kepala daerah yang Saat ini menjabat, tidak layak Memimpin “

Pemerintahan35 Views
banner 468x60

 “

” Yang saudara menteri tidak paham tentang pola pikir dan mungkin mereka juga tidak paham tentang bagaimana tatakelola pemerintahan “

banner 336x280

                                                  ~ Junimart Girsang Wakil Ketua Komisi II DPR RI

 

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang (Foto Istimewa)

garudasaktinews.com-Jakarta, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang menyentil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian soal Penjabat (Pj) kepala daerah dalam Rapat Kerja dengan Komisi II di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin lalu,Dalam kesempatan itu, Junimart menilai hampir 40 persen Pj yang saat ini menjabat, tidak layak memimpin.

“Yang pertama, tentu harus kita cermati menyangkut Pj-Pj ini, saudara menteri. Terus terang, hasil dari bukan hanya pengamatan ya, yang kami lihat, dengar, dan rasakan, hampir 40 persen para Pj ini memang tidak layak untuk menjadi Pj, saudara menteri,” kata Junimart.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menduga, hal tersebut terjadi karena stok sosok di Kemendagri sudah tidak ada. Sehingga, hal itu membuat Mendagri mengambil sosok dari luar Kemendagri.

“Kami pahami kenapa sampai demikian, terus terang mungkin stok di Kementerian Dalam Negeri sudah habis, sudah habis yang akhirnya mengambil dari kementerian lain (untuk menjadi Pj Kepala Daerah). Yang saudara menteri tidak paham tentang pola pikir dan mungkin mereka juga tidak paham tentang bagaimana tata kelola pemerintahan,” ucapnya.

Legislator Dapil Sumatera Utara III ini menegaskan, untuk memilih Pj kepala daerah bukan hanya mereka yang paham dengan kondisi daerah tersebut. Tetapi juga harus mampu menyelesaikan permasalahan di daerah itu. “Saudara menteri ya harus melihat juga bagaimana track record dari para Pj ini apakah dia mampu? Apakah dia memang paham? Ada orang paham, tapi nggak mampu pak, tidak mampu,” tandas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian mengatakan bahwa pihaknya siap mengkaji dugaan ketidaklayakan para Pj Kepala Daerah. Tito menyebut sebagian Pj Kepala Daerah tersebut bukan berasal dari Kemendagri.

“Kami belum memiliki studi tentang ketidaklayakan secara sainstifik. Jadi, ini mungkin asumsi, hipotesis. Kami sudah diskusikan dari awal bahwa enggak mungkin semua dari Kemendagri. Nanti (kementerian) saya enggak bisa kerja, habis semua, sehingga kami ambil juga bukan hanya dari Kemendagri.bukan hanya dari kementerian/lembaga, melainkan justru banyak juga dari daerah,” jelasnya.

Catatatan garudasaktinews.com, Jelang  habisnya masa baktinya masing masing kepala daerah, hampir semua Aktivis baik perorangan maupun bersama sama menyuarakan aspirasinya agar yang menjadi Pj Kepala daerahnya  adalah pejabat setempat yang mumpuni dan sesuai kriteria , kategori, dan meneruskan program yang sudah di canangkan  dengan harapan sudah mengerti betul tata wilayah ,tatakelola  pemerintahan, dan mampu menyelesaikan permasalahan di daerahnya terlebih keinginan masyarakatnya , hal ini juga didukung dengan dibawanya beberapa nama ke Mendagri dengan harapan ada nama yang bisa menjadi Pj Kepala daerah dari pejabat setempat. Namun kenyataaannya hampir semua PJ Kepala daerah bukan berasal dari pejabat setempat   ( R/Ist/yos)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *