BPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Manfaat Kembali Berdaya Melalui Program PEKA Serentak Di Seluruh Indonesia

Berita, SUKABUMI1263 Views

garudasaktinews.com – Sukabumi, Kehilangan sosok pekerja yang menjadi tulang punggung keluarga bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menghadirkan tantangan besar bagi keberlangsungan kehidupan keluarga yang ditinggalkan.

Setiap tahun, tidak sedikit keluarga pekerja yang harus menghadapi kondisi tersebut, baik akibat kecelakaan kerja maupun karena sakit. Di tengah situasi itu, kehadiran perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi sangat penting, bukan hanya dalam bentuk manfaat finansial, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membantu keluarga pekerja untuk kembali bangkit dan menata masa depan.

Semangat tersebut diwujudkan BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Sejalan dengan semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia untuk terus maju, mandiri, dan berdaya, Soft Launching Nasional Program PEKA digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Mengusung semangat “Value Beyond Protection”, PEKA menegaskan bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti ketika manfaat jaminan sosial telah diterima. Lebih dari itu, BPJS Ketenagakerjaan berupaya menghadirkan pendampingan agar penerima manfaat memiliki keterampilan, mampu mengembangkan potensi, serta membangun sumber penghidupan baru secara mandiri.

Program tersebut juga sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Melalui PEKA, perlindungan sosial diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketika risiko terjadi, tetapi juga menjadi pijakan bagi penerima manfaat untuk kembali produktif dan membangun kemandirian ekonomi.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan risiko yang dialami seorang pekerja dapat membawa perubahan besar terhadap kehidupan dan kondisi ekonomi keluarganya.

“Kita bisa membayangkan bagaimana beratnya ketika sebuah keluarga kehilangan orang yang selama ini menjadi tulang punggung mereka. Manfaat yang kami bayarkan tentu sangat berarti, tetapi kami ingin kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti di sana. Kami ingin membantu mereka punya bekal untuk bangkit dan kembali menatap masa depan dengan lebih optimistis,” ujar Saiful.

Menurut Saiful, PEKA merupakan bagian dari upaya memperkuat kehadiran negara dalam setiap fase kehidupan pekerja. Perlindungan diberikan sejak sebelum risiko terjadi, memastikan manfaat diterima ketika risiko terjadi, hingga memberikan pendampingan agar pekerja maupun keluarganya dapat kembali berdaya setelah menghadapi risiko.

“Bagi kami, perlindungan bukanlah sebuah titik akhir. Ada kehidupan yang harus terus berjalan setelah risiko terjadi. Karena itu, melalui PEKA kami ingin membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan perlahan membangun kembali sumber penghidupan yang mandiri,” tambahnya.

 

Soft Launching PEKA secara nasional menjadi momentum penting untuk menghadirkan semangat pemberdayaan secara serentak kepada penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan di berbagai daerah. Program ini menyasar penerima manfaat, mulai dari ahli waris peserta hingga pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun.

Pemberdayaan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta serta potensi ekonomi di masing-masing daerah. Bentuknya antara lain peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan dan usaha, hingga pendampingan lainnya yang diharapkan mampu mengubah keterampilan menjadi aktivitas produktif dan bernilai ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, hingga mitra strategis lainnya.

“Kami tidak ingin mereka sekadar selesai mengikuti pelatihan. Harapannya, keterampilan yang didapat benar-benar bisa menjadi jalan untuk memperoleh penghasilan dan membuat mereka semakin mandiri. Untuk mewujudkan itu, tentu BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi banyak pihak untuk bersama-sama membuka jalan bagi mereka,” jelas Saiful.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pelabuhanratu, Asqorni Lesmana, mengatakan hadirnya PEKA merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan nilai lebih dari sekadar perlindungan jaminan sosial.

“Melalui PEKA, kami ingin memastikan bahwa penerima manfaat tidak hanya mendapatkan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bangkit dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Pelatihan ini kami harapkan dapat menjadi langkah awal bagi para peserta untuk memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan sumber penghasilan,” ujar Asqorni.

Menurutnya, pemberdayaan menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat jaminan sosial dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kehidupan penerima manfaat dan keluarganya.

Dengan adanya PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Pelabuhanratu berharap para penerima manfaat mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan potensi, serta membangun aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perlindungan sosial bukan sekadar tentang memberikan manfaat saat risiko terjadi, tetapi juga tentang membuka jalan agar penerima manfaat mampu bangkit, produktif, dan mandiri.

Semangat itulah yang terus dibawa BPJS Ketenagakerjaan melalui Value Beyond Protection — karena ketika risiko terjadi, perlindungan hadir; dan setelahnya, harapan untuk kembali berdaya harus terus tumbuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *