BMKG Keluarkan Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi di Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi Berstatus AWAS

Berita, SUKABUMI202 Views

garudasaktinews.com – Sukabumi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi untuk wilayah Provinsi Jawa Barat pada periode Dasarian II November 2025, atau pada rentang waktu 11 hingga 20 November 2025. Berdasarkan hasil analisis dan prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Dalam laporan resmi BMKG, wilayah Jawa Barat dibagi ke dalam tiga tingkat kewaspadaan, yaitu Waspada, Siaga, dan Awas, berdasarkan potensi curah hujan dan dampak yang mungkin terjadi terhadap masyarakat.

Wilayah Waspada

Wilayah dengan kategori Waspada diperkirakan akan mengalami curah hujan tinggi di atas 150 mm per dasarian. Daerah tersebut meliputi:
Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.

Masyarakat di wilayah ini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air, banjir lokal, dan pohon tumbang, terutama di kawasan padat penduduk dan dataran rendah.

Wilayah Siaga

Kategori Siaga ditetapkan bagi wilayah dengan potensi curah hujan sangat tinggi dan risiko bencana hidrometeorologi yang meningkat. Wilayah tersebut meliputi:
Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya.

BMKG mengingatkan agar pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah siaga mulai melakukan langkah antisipatif, seperti membersihkan saluran air, menyiapkan sistem peringatan dini, dan memperhatikan kondisi tanah di daerah rawan longsor.

Wilayah Awas

Sementara itu, Kabupaten Sukabumi ditetapkan dalam kategori AWAS. Wilayah ini diprediksi berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi, yang dapat memicu banjir bandang, longsor, dan gangguan aktivitas masyarakat.

BMKG meminta seluruh pihak, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai, lereng perbukitan, dan kawasan rawan longsor diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi cuaca dan menghindari aktivitas berisiko tinggi saat hujan deras berlangsung.

Kepala BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi prakiraan cuaca harian melalui kanal resmi BMKG, seperti laman www.bmkg.go.id, media sosial BMKG, serta aplikasi Info BMKG.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja. Koordinasi antara masyarakat, aparat desa, dan pemerintah daerah sangat penting untuk mengurangi risiko bencana akibat curah hujan tinggi,” ujar BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG juga memberikan beberapa langkah antisipasi bagi masyarakat dan pemerintah daerah:

  1. Periksa dan bersihkan saluran air, got, serta parit agar tidak tersumbat.

  2. Hindari aktivitas di sekitar sungai atau tebing selama hujan deras berlangsung.

  3. Siapkan perlengkapan darurat dan rencana evakuasi bagi keluarga di daerah rawan bencana.

  4. Pantau perkembangan cuaca terkini dari sumber resmi BMKG.

Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah masing-masing. BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika atmosfer dan memperbarui informasi apabila terjadi perubahan signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *