Bupati Sukabumi Dampingi Menteri Wihaji pada Temu Kader TPK dan Distribusi MBG 3B di Kabandungan

Berita, SUKABUMI31013 Views

garudasaktinews.com – Sukabumi, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) sekaligus pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Kabandungan, Senin (12/1/2026), dan dihadiri para kader TPK, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya praktik pernikahan usia dini, pemenuhan asupan gizi yang belum optimal, serta keterbatasan akses air bersih dan sanitasi. Menurutnya, ketiga faktor tersebut saling berkaitan dan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

“Pernikahan dini masih kita temukan di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Ini berdampak langsung pada risiko stunting, karena kesiapan fisik dan mental orang tua sangat menentukan kualitas pengasuhan dan pemenuhan gizi anak,” ujar Wihaji.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI yang turun langsung ke tengah masyarakat dengan membawa program konkret pencegahan stunting. “Kehadiran Pak Menteri di Kabupaten Sukabumi menjadi semangat baru bagi kami dalam upaya pengentasan stunting,” ungkapnya.

Menurut Bupati, isu stunting dan pemenuhan gizi merupakan persoalan fundamental yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Melalui Program MBG 3B—Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, baduta (bayi di bawah dua tahun), dan balita—pemerintah pusat di bawah arahan Presiden hadir memastikan pemenuhan gizi sejak periode emas kehidupan.

“Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045. Dengan tubuh yang sehat dan tumbuh kembang yang optimal, anak-anak kita akan lebih siap belajar dan meraih cita-cita,” tegasnya.

Bupati juga menekankan peran strategis para kader TPK dalam memastikan keberhasilan program. Para kader tidak hanya bertugas mendistribusikan bantuan, tetapi juga memberikan edukasi gizi seimbang dan pendampingan langsung kepada keluarga penerima manfaat di lapangan. Dedikasi mereka menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran, aman, sehat, dan bergizi.

Melalui Temu Kader TPK ini, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga posyandu—untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. “Kami optimis Kabupaten Sukabumi mampu menekan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan keluarga-keluarga yang berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang solid, ia optimistis pelaksanaan program SPPG, khususnya di Kecamatan Kabandungan, dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Eka Nandang juga mengapresiasi peran para kader TPK yang dengan penuh dedikasi mendampingi keluarga di lapangan, mulai dari pemantauan gizi hingga edukasi pola asuh.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan Menteri dan Bupati juga melakukan kunjungan ke keluarga rawan stunting (KRS) serta rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kampung Cikubang RT 21 RW 09 Desa Kabandungan, dan dilanjutkan ke Kampung Kaladi 1 RT 03 RW 05 Desa Tugu Bandung, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *