garudasaktinews.com – Sukabumi, Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Hal itu ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi antara Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/8).
Agenda utama rapat membahas peningkatan target Luas Tambah Tanam (LTT) di bulan Agustus 2025, sekaligus memperkuat proses validasi data luas panen antara catatan Dinas Pertanian dengan data berbasis kerangka sampling area (KSA) yang dikeluarkan oleh BPS.
Kepala PVTPP Kementan, Leli Nuryati, menegaskan bahwa akurasi data pertanian menjadi fondasi penting dalam perumusan kebijakan pangan nasional. Menurutnya, masih terdapat perbedaan angka antara data lapangan dengan estimasi potensi luas panen dari BPS, sehingga perlu dilakukan klarifikasi serta verifikasi bersama.
“Perbaikan akurasi data tidak bisa ditunda. Ini adalah kunci untuk menyusun kebijakan pangan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Sukabumi memiliki peran strategis karena potensi lahan dan komoditasnya sangat besar,” ujar Leli.
Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk mendukung proses validasi dan penyelarasan data. Upaya tersebut sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menjaga pasokan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
BPS Jawa Barat dalam kesempatan itu juga memberikan pemaparan teknis mengenai metode KSA, yang diharapkan dapat menjadi acuan tunggal dalam menghitung potensi luas panen di lapangan.
Dengan adanya sinergi antara Kementan, Pemkab Sukabumi, dan BPS, diharapkan data pertanian semakin valid dan mampu mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sukabumi.