Nestapa Kampung Muruy yang Dikepung Jalan Hancur dan Jembatan Tenggelam

Kabupaten Pandeglang

Viral169 Views

garudasaktinews.com- Warga Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. Warga menyebut jalan di wilayahnya bertahun-tahun rusak, tanpa tersentuh pembangunan oleh Pemkab Pandeglang.

Protes ini dilayangkan salah satunya oleh Azis warga desa Cikadongdong Kecamatan Cikesik kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Dia mengeluhkan kondisi ruas jalan, jembatan,  Kampung Muruy desa Cikadongdong yang rusak parah dan membahayakan pengendara maupun pejalan kaki.

jalanK Muruy yang sering dilallui menuju perbatasan Pandeglang-Lebak

Azis bersama dengan warga lainnya melakukan protes dengan mengundang sejumlah awak media untuk menyaksikan langsung kondisi jalan jalan di desanya yang rusak parah juga pada lokasi jalan Cikadongdong- Pasar Kertaraharja penghubung antara dua kabupaten yakni Pandeglang menuju Lebak. Langkah itu diambil karena sudah bertahun-tahun hingga bupati silih berganti, tapi jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

” Kami pengen pak punya jalan yang layak kaya seperti jalan pada umumnya, jalan ini sudah puluhan tahun dari jaman persiden Suharto tidak pernah tersentuh oleh pembangunan sampai saat ini dan detik ini, tolong beritakan pak,” pinta azis pada sejumlah awak media, selasa (24/12/24).

Azis mengatakan ruas jalan Cikadongdong-Pasar Kertaraharja merupakan akses jalan satu-satunya penghubung dua Kabupaten yakni Pandeglang menuju Lebak, Menurutnya, ruas tersebut memiliki panjang sekitar 3 kilometer.

Azis juga mengungkap sebagian besar warganya bekerja sebagi petani atau sebagai buruh harian lepas, ketiadaan akses jalan yang layak juga menyebabkan ketidakberdayaan masyarakat untuk beraktifitas, semisal para pengguna roda dua lebih ekstra hati hati bila melalui jalan jalan yang rusak karena berbahaya, juga tempat tempat niaga diwilayahnya tidak ada, hal ini berdampak pada pendidikan, ekonomi dan kesehatan bagi masyarakat.

Dia juga menyayangkan tidak adanya pergerakan pemerintah untuk membangun jalan jalan yang rusak.

” Paling di ukur sama di foto-foto doang dari dulu sudah beberapa tahun yang lalu, masalah di foto di ukur sudah bosen saya liatnya,”kata azis dengan raut wajah sedikit jengkel

Pernah dulu di foto dan ada pengukuran tapi sampai saat ini sama sekali tidak ada tindak lanjut

Atas kondisi itu, dia berharap Pemkab Pandeglang segera melakukan langkah konkret untuk perbaikan infrastruktur. Sebab, kata dia, warga hanya ingin akses  jalan segera diperbaiki.

” Kalo di hitung dari penduduk kurang lebih 800 KK di jalur jalan yg sangat rusak pak,
Dan miris nya pak jalan poros desa pun sama pak hancur apalagi jembatan-jembatan poros desa nya juga masih pake batang bambu” ucapnya.

Azispun menceritakan bagaimana sulitnya anak anak dikampungnya menempuh perjalanan menuju sekolah, katanya, sudah menjadi pemandangan yang biasa anak anak disini kelelahan ketika menuju sekolahnya tak jarang mereka(anak sekolah) terpeleset jatuh ketika melalui jalan yang rusak, begitu juga kondisi jembatan yang berjarak hanya 50 meter dari balai desa sebagai sarana satu-satunya menuju sekolah sudah rusak, jembatan tersebut berada dibawah dipermukaan air baik saat setelah hujan maupun tidak turun hujan.

” Kasihan kalau melihat anak anak disini selalu kelelahan saat berangkat maupun pulang sekolah, kalau soal terpeleset hingga jatuh menjadi pemandangan biasa, anak anak kampung disini belum begitu banyak yang lulus SMA kebanyakan hanya lulusan SD, lantaran jarak yang ditempuh pada sekolah tersebut (SMA-red) jauh dan rusak,”ungkapnya.

Jembatan cikadongdong, dibawah permukaan air, saat terik maupun hujan kondisinya tetap sama, setiap harinya dilalui warga kampung Muruy

Keluhan terkait infrastruktur jalan juga disampaikan oleh Destri , warga Kampung Muruy RT 02 RW 04 ,Desa Cikadongdong Kecamatan Cikesik , Pandeglang. Dia menjelaskan kondisi ruas jalan diwilayahnya juga rusak dan membahayakan pengguna jalan.

“Bahaya banget ini jalan jalan sudah tidak ada aspalnya, cuma batu, ada batu sama tanah, apalagi kalau sudah musim hujan, jalan jadi licin kaya kobangan lumpur,” ungkap Destri.

Destri mengungkap kondisi jalan tersebut sudah hampir rusak selama belasan tahun. Destri juga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan di wilayahnya.

“Inikan jalan penghubung Kecamatan Cikesik dan Pasar Kertraharja, jalan ke sini juga akses menuju Kabupaten Lebak. Jadi setahu saya sudah 15 tahun tidak kunjung diperbaiki,” imbuhnya.

Diketahui Pemkab Pandeglang melalui PRKP Provinsi Banten terus berupaya membangun infrastrukur , dari ratusan wilayah yang terdata infrastrukturnya mengalami kerusakan parah, Pemkab Pandeglang melakukan skema skala proritas baik itu perbaikannya maupun pembangunanya, semisal diwilayah yang banyak penduduknya akan lebih di dahulukan. Namun untuk membangun semua infrastruktur diwilayah yang membutuhkan, Pemkab Pandeglang mengklaim sudah berupaya menyampaikan dan membicarakan pembangunan infrastruktur diwilayahnya kepada pihak provinsi maupun pemerintah pusat karena APBDnya(Pemkab Pandeglang-) tak sanggup membiayai 3-4 tahun kedepan. (yus)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *