Kandang Ternak Ayam Bangkok di Periuk Damai Bikin Warga Resah

Kota Tangerang

GARUDASAKTINEWS.COM-Sejumlah warga yang bermukim di RT 01/RW 08, dan RT 02/Rw 11  Kelurahan Periuk Kecamatan Periuk Kota Tangerang berkeluh kesah tentang keberadaan kandang ternak ayam bangkok yang telah bertahun-tahun mencemari lingkungan. Pasalnya kotoran atau Telek ayam mengotori jalan konblok sekitar jalan sejahtera 2, mulai dari gerbang masuk rumah warga hingga jalan umum. Hal ini akibat ayam ayam milik Ak ( inisial pemilik kandang ternak ayam) yang berjarak 5 sampai 7 meter dari pemukiman warga dibiarkan bebas atau diumbar.

Padahal Ternak ayam di pemukiman dapat menimbulkan masalah bagi warga karena bau, lalat, dan limbah kotor yang mengganggu. Warga sering mengeluhkan aroma tidak sedap, serbuan lalat, dan air kotor yang mengalir saat hujan, yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.

Beberapa warga sering mencium  Bau busuk Kotoran ayam, bau yang menyengat serta Serbuan lalat yang masuk ke rumah kerap didapati warga.  

Menyikapi hal ini, Ketua RT 01, ML(56) saat dikonfirmasi pada Minggu (19/5/25) lalu mengatakan, sudah banyak laporan warga masalah kandang ayam.

“Saya wajib melanjutkan aspirasi warga. Namanya juga Ketua RT kita ‘kan serba salah kalau Saya tidak menindaklanjuti nanti dikira Saya main dengan pemilik kandang. Kalau Saya sih manut sama suara terbanyak, manut untuk kepentingan warga,”.Ucapnya

ML mengungkap dirinya sudah lama menindak lanjuti laporan warga terkait kandang ternak ayam yang menjadi persoalan “Sudah Saya tindak lanjuti lapor ke ke Pak Rw juga sudah, cuma sampai sekarang belum ada solusinya dan juga keputusannya. Jadi yang terakhir diarshkan suruh bikin laporan,” pungkasnya.

Menurut Ratman (51) warga Periuk Damai, sampai sekarang usaha ternak ayam Bangkok tersebut masih produksi dan kandang diisi terus. “Kalau kayak gini ‘kan kasihan sama warga yang kena imbasnya mulai bau dari tele ayamnya  yang gede gede dijalan bahkan kalau terinjak sendal atau ban motor lalu masuk keteras rumah baunya bikin pusing kadang didepan rumah warga baunya dan kerumunan lalatnya,” sergahnya.

“Tiap hari saya nyiramin pake air didepan rumah, kadang kadang suka hilang selera makan kalo lihat pemandangan didepan rumah banyak tele ayam, kerja udah cape pulang kerumah ngeliat banyak tele ayam kesel juga,” ujarnya.

Masih menurut Ratman, idealnya kandang tersebut dipindahkan jangan dipemukiman warga.

“Kami warga punya keinginan seperti itu. Mudah-mudahan disetujui. Saya ‘kan jarak rumah dari kandang mungkin ada sekitar 10 metert efeknya kororan ayam dan lalatnya terasa betul,” tuturnya.

Diceritakan Ratman, di jalan persis kandang ayam ternak tersebut sering dilalui Joging Track, bahkan terkadang dilalui warga tanpa alas kaki sebagai Therapy jalan namun sejak Ayam dikandang tersebut diumbar tak lagi dilalui, Ratman juga bercerita tele atau kotoran ayamnya besar besar seukuran telapak tangan bayi,“Pernah Saya berhenti di depan rumah mau masuk ga jadi katena ada beberapa kotoran ayam, setiap hari hari nyiramin pake air seember untuk merbersihkan kotoran ayam didepan rumah saya,” bebernya.

Ratman berjanji akan terus memperjuangkan kepentingan warga yang terdampak hingga memperoleh keputusan terbaik dari pihak berkompeten.

Dia menghimbau pemilik kandang ternak ayam Bangkok tidakhanya memikirkan kepentingan sendiri tetapi juga memikirkan warga dan lingkungan yang terdampak

Pada kesempatan yang sama, salah satu warga yang dinding rumahnya pas bersebelahan dengan kandang ayam, Sajirah akrab disapa Jirah , mengaku paling merasakan aroma dan lalat.

“Saya warga yang paling dekat dengan kandang. Dampaknya Saya yang paling terasa. Dari aroma maupun lalatnya. Jadi maaf kalau misalnya dari pagi sampai sore itu kita kebagian lalatnya, kalau malam sampai pagi lagi kita kebagian aromanya, sangat tidak enak. Jadi kadang-kadang Saya kedatangan tamu sungkan juga mau menawarkan minuman. Ya maaf, nawarkan minuman lalat banyak sekali. Pas buka gelas langsung dia (lalat-red) masuk duluan. Jadi saat ini kami minta pada pihak-pihak terkait kalau bisa jangan ada kandang di dekat sini karena di sini sudah pemukiman padat dan dampaknya bukan di RT 01 Rw 08 saja RT sebelah RT 02 Rw 11  pun terkena dampaknya. Di sekitar sini sudah bukan sedikit lagi warga, puluhan sudah warga. Yang jelas kami mohon dari pemerintah kalau bisa tolong diperhatikan lah kita-kita ini. Kadang kita buka pintu kedatangan tamu, tamunya lalat (sambil tertawa lebar). Kalau malam-malam kita duduk di teras terus terang aromanya itu sangat menggangu,” bebernya.

Hal senada diungkapkan Suryadi, warga RT 02/Rw 11 , Ia berharap agar kandang ayam yang ada di tengah pemukiman segera dipindahkan. “Mudah-mudahan pihak-pihak terkait mau memindahkan kandang ayam ternaknya tapi sepertinya dari pemilik kandang belum ada niat serius untuk memindahkan,” ujarnya.

Suryadi mengaku belum pernah putus asa berusaha agar kandang ayam segera dipindah ke tempat yang lebih layak. Karena menurutnya, dirinya merasakan imbas dari kandang di saat ayam sudah mulai besar, kerumunan lalat sangat luar biasa.

“Kemarin itu lalat sudah banyak di rumah Saya, saya sempet juga telp dengan RW 08, tp mungkin blum ditindaklanjuti.

Dikatakan Suryadi, keputusannya Ia serahkan ke pihak-pihak terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan dinas-dinas berkompeten yang bisa buat keputusan ini secepatnya.(Yud/Army)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *