GARUDASAKTINEWS.COM–Usaha ternak ayam Bangkok merupakan peluang usaha yang menjanjikan keuntungan menggiurkan., bagaimana tidak untuk anak ayam Bangkok berusia 2 minggu dijual kurang lebih Rp200 ribu/ekor dan untuk umur kurang dari 6 bulan seharga Rp300-600 ribu/ekor. Sedangkan, untuk ayam Bangkok yang sudah pernah menang pertandingan, memiliki corak unik pada bulunya harganya bisa mencapai Rp12 juta bahkan hingga ratusan juta. Ayam Bangkok juga jika dirawat bisa dijadikan sebagai investasi karena dapat dijual kembali dengan harga tinggi, Ayam Bangkok dengan kualitas tinggi bisa dijual hingga jutaan rupiah.
Namun, tak sedikit pelaku usaha yang belum memahami aturan membuka usaha peternakan. Salah satu yang kerap jadi sorotan adalah jarak kandang ternak ayam dengan pemukiman. Hal ini tidak boleh dianggap remeh karena bahaya kandang ternak ayam dekat pemukiman bisa menimbulkan aroma tak sedap dan mendatangkan lalat ke pemukiman. Jarak yang tidak sesuai ketentuan bisa berdampak pada kesehatan warga sekitar.
Sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/Permentan/OT.140/7/2011 bab II huruf c yang mengatur tentang batas minimal untuk usaha ternak ayam ras, bahwa jarak kandang dengan pemukiman minimal 500 meter dari pagar terluar agar tidak menimbulkan pencemaran udara, air, bau dan kotoran, Meski regulasi ini telah diberlakukan, tapi masih ada pelaku usaha yang abai dengan hal tersebut.
Seperti yang dikeluhkan warga yang bermukim di RT 01/RW 08, dan RT 02/Rw 11 Kelurahan Periuk Kecamatan Periuk Kota Tangerang yang telah bertahun-tahun bergumul dengan kotoran atau Telek ayam dan menghirup udara tak sedap karena keberadaan kandang ternak ayam bangkok milik AK, berada di tengah pemukiman perumahaman Periuk Damai yang jaraknya hanya diseberang jalan yang berjarak 5 sampai 7 meter dengan rumah rumah warga.
Padahal Ternak ayam di pemukiman dapat menimbulkan masalah bagi warga karena bau, lalat, dan limbah kotor yang mengganggu. Warga sering mengeluhkan aroma tidak sedap, serbuan lalat, dan air kotor yang mengalir saat hujan, yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.
Beberapa masalah yang sering terjadi Bau busuk Kotoran ayam yang tidak dikelola dengan baik akan membusuk dan menghasilkan bau yang menyengat Serbuan lalat Bau busuk dari kandang ayam menarik lalat, yang kemudian dapat menyerbu pemukiman dan masuk ke rumah warga. Limbah air kotorKotoran ayam yang dibuang tanpa pengolahan akan mencemari air dan dapat mengalir ke pemukiman, terutama saat hujan. Pencemaran lingkungan Selain bau dan lalat, ternak ayam juga dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air, serta meningkatkan risiko penyakit pada warga.
Menyikapi hal ini, Ketua RT 01, ML(56) saat dikonfirmasi pada Minggu (19/5/25) lalu mengatakan, sudah banyak laporan warga masalah kandang ayam.
“Saya wajib melanjutkan aspirasi warga. Namanya juga Ketua RT kita ‘kan serba salah kalau Saya tidak menindaklanjuti nanti dikira Saya main dengan pemilik kandang. Kalau Saya sih manut sama suara terbanyak, manut untuk kepentingan warga,”.Ucapnya
ML mengungkap dirinya sudah lama menindak lanjuti laporan warga terkait kandang ternak ayam bangkok yang menjadi persoalan “Sudah Saya tindak lanjuti lapor ke ke Pak Rw juga sudah, cuma sampai sekarang belum ada solusinya dan juga keputusannya. Jadi yang terakhir Pak Lurah telp suruh bikin laporan,” pungkasnya.
Menurut Ratman (51) warga Periuk Damai, sampai sekarang usaha ternak ayam Bangkok tersebut masih produksi dan kandang diisi terus. “Kalau kayak gini ‘kan kasihan sama warga yang kena imbasnya mulai bau dari tele ayamnya yang gede gede dijalan bahkan kalau terinjak sendal atau ban motor lalu masuk keteras rumah baunya bikin pusing kadang didepan rumah warga baunya dan kerumunan lalatnya,” sergahnya.
“Kami warga punya keinginan seperti itu. Mudah-mudahan disetujui. Saya ‘kan jarak rumah dari kandang mungkin ada sekitar 10 metert efeknya kororan ayam dan lalatnya terasa betul,” tuturnya.
Diceritakan Ratman, di jalan persis diseberang kandang ayam ternak tersebut sering dilalui Joging Track, bahkan terkadang dilalui warga tanpa alas kaki sebagai Therapy jalan namun sejak Ayam dikandang tersebut diumbar jalan sekitar kandang Ternak tak lagi dilalui, Ratman juga bercerita tele atau kotoran ayamnya besar besar seukuran telapak tangan bayi,“Pernah Saya berhenti di depan rumah mau masuk ga jadi katena ada beberapa kotoran ayam, setiap hari hari nyiramin pake air seember untuk merbersihkan kotoran ayam didepan rumah saya, baiasnya ayam abis ngerem diumbar ya jadi gini” bebernya.
Ratman berjanji akan terus memperjuangkan kepentingan warga yang terdampak hingga memperoleh keputusan terbaik dari pihak berkompeten. Dia menghimbau pemilik kandang ternak ayam Bangkok tidakhanya memikirkan kepentingan sendiri tetapi juga memikirkan warga dan lingkungan yang terdampak
Pada kesempatan yang sama, salah satu warga yang dinding rumahnya pas bersebelahan dengan kandang ayam, Sajirah akrab disapa Jirah , mengaku paling merasakan aroma dan lalat.
“Saya warga yang paling dekat dengan kandang. Dampaknya Saya yang paling terasa. Dari aroma maupun lalatnya. Jadi maaf kalau misalnya dari pagi sampai sore itu kita kebagian lalatnya, kalau malam sampai pagi lagi kita kebagian aromanya, sangat tidak enak. Jadi kadang-kadang Saya kedatangan tamu sungkan juga mau menawarkan minuman. Ya maaf, nawarkan minuman lalat banyak sekali. Pas buka gelas langsung dia (lalat-red) masuk duluan. Jadi saat ini kami minta pada pihak-pihak terkait kalau bisa jangan ada kandang di dekat sini karena di sini sudah pemukiman padat dan dampaknya bukan di RT 01 Rw 08 saja RT sebelah RT 02 Rw 11 pun terkena dampaknya. Di sekitar sini sudah bukan sedikit lagi warga, puluhan sudah warga. Yang jelas kami mohon dari pemerintah kalau bisa tolong diperhatikan lah kita-kita ini. Kadang kita buka pintu kedatangan tamu, tamunya lalat (sambil tertawa lebar). Kalau malam-malam kita duduk di teras terus terang aromanya itu sangat menggangu,” bebernya.
Hal senada diungkapkan Suryadi, warga RT 02/Rw 11 , Ia berharap agar kandang ayam yang ada di tengah pemukiman segera dipindahkan. “Mudah-mudahan pihak-pihak terkait mau memindahkan kandang ayam ternaknya tapi sepertinya dari pemilik kandang belum ada niat serius untuk memindahkan,” ujarnya.
Suryadi mengaku belum pernah putus asa berusaha agar kandang ayam segera dipindah ke tempat yang lebih layak. Karena menurutnya, dirinya merasakan imbas dari kandang di saat ayam sudah mulai besar, kerumunan lalat sangat luar biasa.
“Kemarin itu lalat sudah banyak di rumah Saya kebetulan isteri Saya jualan kue life online. Isteri Saya tidak bisa life karena terganggu dengan lalat yang begitu banyak. Efek dari lalat ini, sementara lifenya ditunda dulu. Jadi usaha kami kena imbasnya juga,” keluhnya.
Dikatakan Suryadi, keputusannya Ia serahkan ke pihak-pihak terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan dinas-dinas berkompeten yang bisa buat keputusan ini secepatnya.(IR/Ras/Yud/Army)